Masalah Kesehatan Mental Apa Saja Sebenarnya

Sebuah mental yang sehat adalah di mana ketika batin berada pada keadaan tentram dan tenang. Dengan begitu maka akan memungkinkan seseorang untuk dapat menikmati kehidupannya sehari-hari serta mampu menghargai orang lain di sekitarnya. Ketika individu tidak memiliki masalah kesehatan mental maka dia akan dapat memanfaatkan kemampuan atau potensi yang ada di dalam dirinya secara maksimal. Sehingga individu tersebut akan mampu ketika menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Namun sebaliknya ketika seseorang yang kesehatan mentalnya mengalami masalah. Mental yang tidak sehat akan menyebabkan gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali terhadap emosi. Jika dibiarkan berlarut-larut maka pada akhirnya akan mengarah pada perilaku buruk.

Kesehatan mental yang terganggu dapat menyebabkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak hanya akan mengganggu interaksi atau hubungan dengan orang lain saja, lebih dari itu juga dapat menurunkan prestasi di sekolah atau produktivitas kerja.

Masalah Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental dan bagaimana mengenalinya

Beberapa kondisi yang menunjukkan adanya masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi antara lain :

Stres

Stres merupakan kondisi pada saat seseorang mengalami tekanan yang cukup berat baginya, baik itu secara emosi ataupun mental. Ketika seseorang sedang mengalami stres secara umum dia akan tampak gelisah, cemas, serta mudah tersinggung. Stres juga akan menimbulkan gangguan konsentrasi, menurunnya motivasi, bahwa pada kasus tertentu dapat memicu depresi. Stres tidak hanya akan memengaruhi psikologi orang yang mengalaminya,namun juga bisa berefek pada cara bersikap serta kesehatan fisik mereka.

Gangguan Kecemasan

Perasaan cemas yang berlebihan secara konstan serta sulit dikendalikan merupakan sebuah bentuk gangguan kecemasan. Kondisi psikologis seperti ini dapat berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari seseorang yang mengalaminya.

Perasaan cemas muncul pada sebagian orang normal biasanya hanya muncul ketika ada suatu kejadian tertentu saja. Misalnya ketika akan menjalani ujian di sekolah atau menunggu saat wawancara kerja. Tapi ketika orang mengalami gangguan kecemasan maka perasaan cemas ini akan muncul pada tiap keadaan. Dengan begitu orang mengalami gangguan kecemasan akan merasa kesulitan untuk rileks dari waktu ke waktu.

Gejala psikologis lain yang bisa muncul selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan pada penderita gangguan kecemasan antara lain berkurangnya rasa percaya diri, gampang marah, stres, susah berkonsentrasi, dan memilih menyendiri.

Masalah Kesehatan Mental

Faktor yang menyebabkan gangguan kecemasan sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Namun beberapa di antaranya antara lain adalah trauma akibat intimidasi, pelecehan, dan kekerasan pada lingkungan maupun keluarga. Ada juga faktor lain yaitu stres yang berkepanjangan, genetik dari orang tua, serta ketidakseimbangan hormon serotonin dan noradrenalin di otak yang berfungsi sebagai pengendali suasana hati. Minuman keras serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga dapat memicu gangguan kecemasan.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat di tempuh untuk mengatasi gangguan kecemasan tanpa harus ke dokter. Konsumsi makanan bergizi tinggi, cukup tidur, mengurangi kafein, menghindari minuman beralkohol atau zat penenang lainnya, berhenti merokok, dan rutin olah raga. Jika memungkinkan akan lebih baik jika anda bisa melakukan metode relaksasi sederhana seperti yoga atau meditasi. Dan apabila diperlukan anda bisa berkonsultasi ke klinik hipnoterapi atau biro psikologi terdekat.

Baru apabila pengobatan mandiri tidak menunjukkan perubahan maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan menangani dengan pemberian obat-obatan antiansietas serta terapi kognitif.

Depresi

Depresi di alami berupa gangguan suasana hati yang membuat penderitanya terus-menerus merasa sedih. Pada umumnya orang normal akan merasa sedih selama beberapa hari saja namun pada orang depresi dapat berlangsung sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Depresi tidah hanya berpengaruh pada perasaan atau emosi penderitanya. Namun depresi juga akan menimbulkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Pada banyak kasus penderita depresi mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada beberapa kasus tertentu, mereka akan menyakiti diri sendiri bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Terdapat berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya depresi yang biasanya merupakan peristiwa dalam hidup yang menimbulkan stres. Kehilangan orang yang dicintai, merasa kesepian, serta memiliki kepribadian yang rapuh dapat menjadi penyebab depresi. Namun depresi juga dapat disebabkan karena menderita penyakit parah yang berkepanjangan, seperti kanker, gangguan jantung, cedera parah di kepala, dan lain sebagainya.

Penanganan masalah kesehatan mental secara segera dan tidak membiarkan berlarut-larut sangat disarankan untuk proses pemulihan. Terutama bagi keluarga dan orang terdekat diharapkan untuk peka jika ada anggota keluarga atau sahabat yang mengalami beberapa gejala diatas.

Artikel Terkait

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − nine =